| |
Search videos for madrassas |
|
|
|
|
Jihad Junior High - Pakistan
November 2005
Critics in the West argue that Pakistan's madrassas glorify terrorism and should be shut down. But any proposed reforms are bound to be controversial in Pakistan.
At a madrassa in Pakistan, students are being trained by an army officer. Under banners saluting bin Laden, they pledge solidarity to the Taliban. This video, filmed in October 2001, demonstrates the links between the schools and military. The army uses the idea of Jihad to pursue its objectives in Afghanistan and Kashmir. "Who are we to tell them that they are militants or extremists or terrorists. It's all diabolical nonsense", states General Hameed Gul, former head of Pakistan's intelligence service. After the July bombings, it was revealed that at least one bomber had visited the madrassas. Musharraf announced plans to reform the schools. But these reforms have now been watered down. "We don't want to put 17,000 odd madrassas into jeopardy", explains Religious Affairs Minister Ejas Ul-Hug. Having already survived two assassination attempts by those who believe he is too Western, Musharraf is in a delicate position. He is telling the West what it wants to hear but real reform remains elusive.
Length: 1372
Rating: 3.30 (39 ratings)
Tags: journeyman pictures jihad high school terrorism pakistan assassination attempts
|

Play |
|
|
Growing concern over Afghanistan's madrassas - 24 Jan 08
The Afghan government is trying to reform the country's religious schools and encourage them to teach other subjects as well as religion.
Efforts to build state-funded schools are hampered by shortage of funds and resistance from the schools' teachers.
The government worries that without regulation, madrassas could become a breeding ground for a new generation of Taliban fighters.
Length: 162
Rating: 4.90 (17 ratings)
Tags: Al Jazeera aljazeera Afghanistan Khost madrassa religious school
|

Play |
|
|
Reforming Pakistan's Madrassas with Faith-Based Diplomacy
Complete video at: http://fora.tv/2007/10/04/Douglas_Johnston_on_Faith-Based_Diplomacy
Author and diplomat Douglas Johnston describes a campaign to reform Pakistani madrassas using religion-based diplomacy.
-----
Douglas Johnston discusses Faith-based Diplomacy: Bridging the Religious Divide.
Douglas M. Johnston is President and Founder of the International Center for Religion and Diplomacy (ICRD). He led the 7-year study that produced the book, Religion, the Missing Dimension of Statecraft, published in 1994 by Oxford University Press and now in its 13th printing and second foreign translation. ICRD aims to address identity-based conflicts that exceed the grasp of traditional diplomacy by incorporating religion as part of the solution. He is a distinguished graduate of the US Naval Academy and holds a Ph.D. in Political Science from Harvard University. He has served in senior positions in government, business, academia, and the military. He served as deputy assistant secretary of the navy (manpower); director of policy planning and management in the Office of the Secretary of Defense. He also served as Executive Vice President and COO of CSIS. His latest book is Faith-Based Diplomacy: Trumping Realpolitik (2003).
Length: 301
Rating: 4.00 (6 ratings)
Tags: religion religious faith diplomacy diplomats pakistan pakistani muslims islam madrassa koran quran holy scripture god
|

Play |
|
|
Madrasah Orientalis (1 of 2)
MADRASAH ORIENTALIS dan PENYERU KESESATAN
Dari Hudzaifah bin Al-Yaman Radhiyalahu 'anhu beliau berkata : "Dahulu manusia bertanya kepada Rasulullah tentang hal-hal yang baik tapi aku bertanya kepada beliau tentang hal-hal yang buruk agar jangan sampai menimpaku"
Aku bertanya : "Wahai Rasulullah, dahulu kami berada dalam keadaan jahiliyah dan kejelekan lalu Allah mendatangkan kebaikan (Islam,-pent) ini, apakah setelah kebaikan ini akan datang kejelekan ?"
Beliau berkata : "Ya"
Aku bertanya : "Dan apakah setelah kejelekan ini akan datang kebaikan?"
Beliau menjawab : "Ya, tetapi didalamnya ada asap".
Aku bertanya : "Apa asapnya itu ?"
Beliau menjawab : "Suatu kaum yang membuat ajaran bukan dari ajaranku, dan menunjukkan (manusia) kepada selain petunjukku. Engkau akan mengenal mereka dan engkau akan memungkirinya"
Aku bertanya : "Apakah setelah kebaikan ini akan datang kejelekan lagi ?"
Beliau menjawab :"Ya, (akan muncul) para dai-dai yang menyeru ke neraka jahannam. Barangsiapa yang menerima seruan mereka, maka merekapun akan menjerumuskan ke dalam neraka"
Aku bertanya : "Ya Rasulullah, sebutkan cirri-ciri mereka kepada kami ?"
Beliau menjawab : "Mereka dari kulit-kulit/golongan kita, dan berbicara dengan bahasa kita"
Aku bertanya : "Apa yang anda perintahkan kepadaku jika aku temui keadaan seperti ini"
Beliau menjawab : "Pegang erat-erat jama'ah kaum muslimin dan imam mereka"
Aku bertanya : "Bagaimana jika tidak imam dan jama'ah kaum muslimin?"
Beliau menjawab :"Tinggalkan semua kelompok-kelompok sempalan itu, walaupun kau menggigit akar pohon hingga ajal mendatangimu"
(H/R Bukhari, Muslim, Baghowi, Ibnu Majah, Ahmad)
SYARAH
Mengenal Jalan Orang-Orang yang Tersesat Merupakan Kewajiban dalam Syariat:
"Barangsiapa menyelisihi Rasul setelah jelas baginya petunjuk dan mengikuti jalan selain orang-orang yang beriman maka kami palingkan dia ke mana dia berpaling dan kami akan masukkan ke neraka jahannam. Dan itulah seburuk-buruk tempat kembali" [An-Nisa : 116]
"Dan demikianlah kami terangkan ayat-ayat Al-Qur'an, supaya jelas jalan orang-orang yang benar dan supaya jelas (pula) jalan orang-orang yang tersesat" [Al-An'am : 55]
Islam Terancam Dari Dalam:
Musuh Allah terus mengintai Islam hingga ketika mereka melihat penyakit whan (cinta dunia dan takut mati) telah menjalar dalam tubuh kaum muslimin, mereka langsung menyerang dan menyumbat nafas kaum muslimin.
Asap yang dimaksudkan dalam hadits di atas:
[1]. Penyimpangan yang mengkaburkan ajaran Islam (Sunnah) yang terang benderang malamnya bagaikan siangnya.
[2]. Asap ini terus bertebaran sehingga kejelekan merajalela dan orang tidak mengenali kebenaran. Munculnya dai-dai penyesat.
[3]. Yang meniup asap tersebut adalah para dai-dai penyesat. Dan ini menunjukkan bahwa rencana busuk untuk menghancurkan Islam dan kaum muslimin telah mengakar kuat dalam sejarah Islam.
[4]. Asap yang menyelimuti kebenaran dan mengkotori kejernihannya adalah bid'ah-bid'ah yang ditebarkan oleh Mu'tazilah, Sufiyah, Jahmiyah, Khowarij, Asy'ariyah, Murji'ah dan Syi'ah Rofidhoh sejak berabad-abd lamanya.
Setiap munafik berbicara dengan mengatas namakan Islam.
Dari sini kita mengetahui bahwa bahaya bid'ah lebih besar daripada musuh-musuh yang lainnya (orang-orang kafir), karena bid'ah merusak hati dan badan tapi musuh-musuh tersebut hanya merusak badan.
Para salaf telah bersepakat akan kewajiban memerangi ahli bid'ah dan menghajr (memboikot) mereka.
Imam Zahabi mengatakan : "Para salaf sering mentahdzir ahli bid'ah, mereka mengatakan : Sesungguhnya hati-hati ini lemah sedangkan syubhat ahli bid'ah sangat cepat mencengkram".
Length: 575
Rating: 4.60 (11 ratings)
Tags: Al-Quran As-Sunnah manhaj ceramah salaf mazhab ustaz salafi rasul sunnah bid'ah
|

Play |
|
|
Madrasah Show
Persembahan oleh Madrasah/Kanak-Kanak group pada Muktamar MISG-IMSA 2005 di Frederick,MD
Length: 198
Rating: 5.00 (1 ratings)
Tags: Muktamar MISG IMSA Madrasah
|

Play |
|
|
Fox News report on Madrassas in Pakistan
Fox News Correspondents discuss the return of two American teens who were held in a madrassa in Pakistan. They recognize Representative Michael McCaul for his efforts to bring this issue to the attention of the public.
Length: 425
Rating: 3.70 (3 ratings)
Tags: Representative Michael McCaul madrassas Pakistan Fox News
|

Play |
|
|
Rep. McCaul on Madrassas in Pakistan
Congressman Michael McCaul (R-TX) speaks with Fox News about two American teens held in a madrassa in Pakistan.
Length: 185
Rating: 4.20 (5 ratings)
Tags: Congressman Michael McCaul madrassa Pakistan
|

Play |
|
|